Senin, 28 Januari 2013

Dampak Negatif Berlama-Lama di Depan Komputer

Banyak mahasiswa yang mengabisakan waktunya di depan komputer terlalu lama . Dan ternyata berlama lama di depan komputer dapat menimbulkan dampak yang tidak baik bagi kesehatan.
Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa mahasiswa yang sering menghabiskan waktunya di depan komputer pada hari-hari tertentu, semakin besar kemungkinan mereka menderita sakit pada otot dan tulang dalam jangka waktu 24 jam.

Namun, karena studi ini hanya dilakukan pada sejumlah kecil kasus (hanya melibatkan 27 siswa) maka belum dapat dipastikan apakah pola tertentu dari penggunaan atau posisi tubuh ketika di depan komputer yang mengakibatkan masalah ini.

Dr. Jack Tigh Denmerlein dan rekan-rekan dari Harvard School of Public Health di Boston melaporkan dalam Journal of Industrial Medicine bahwa gejala keluhan pada otot dan tulang bagian atas umum terjadi pada pelajar dan mahasiswa, terutama pada remaja perempuan setingkat SMU, diploma dan mahasiswa lulusan teknik.

Pemakaian komputer secara berlebihan merupakan faktor dominan yang menyebabkan gejala tersebut, Dennerlein beserta timnya “mengukur” waktu penggunaan komputer pada mahasiswa yang belum lulus dengan menggunakan perangkat lunak untuk menentukan apakah penggunaan komputer sehari-hari berkaitan dengan gejala (keluhan) otot dan tulang yang dialami pada hari-hari tertentu.

Dalam studi yang dilakukan selama seminggu saat pergantian musim semi, 96 persen dari siswa melaporkan bahwa mereka mengalami masalah keluhan otot dan tulang, paling tidak sekali. Pada keluhan pertama biasanya mere-ka merasakan gejala sakit pada leher, sementara keluhan ke dua umumnya dirasakan para siswa pada punggung bagian atas dan bawah serta bahu.

Para peneliti menemukan bahwa siswa yang menghabiskan waktu di depan komputer lebih dari tiga jam setiap harinya, 50 persen di antara mereka sepertinya mempunyai keluhan pada gejala tersebut. Mereka yang paling banyak menggunakan komputer dalam keseharian mengalami gejala hampir dua kali lipat dibanding mereka yang lebih sedikit menggunakan komputer, walaupun hubungan secara statistik tidak terlalu signifikan.

Para peneliti menyimpulkan “Prevalensi gejala keluhan otot dan tulang yang terobservasi dan hubungan potensial antara penggunaan komputer dan gejalanya dirasa perlu diteliti lebih lanjut untuk mengurangi jumlah penderita.,” hal ini membutuhkan waktu yang lebih panjang dan studi yang lebih luas mengenai pemeriksaan sikap atau posisi tubuh terhadap komputer dan faktor lain yang mempengaruhi resiko keluhan pada otot dan tulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar